Dystrophy Muscular Progresif

Dystrophy Muscular Progresif atau yg dikenal juga Duchenne Muscular Dystrophy karena kelainan ini dibahas pertama kali secara komprehensif oleh Guillaume Duchenne. DMP adalah suatu penyakit genetik berupa kelemahan dan degenerasi otot rangka yg berubah menjadi jaringan ikat dan lemak, hal ini karena kelainan pada kromosom X, yg berfungsi untuk pembentukan protein dystrophin

Attention Defisit Hyperactivity disorder (ADHD)

Salam sejahtera teman sejawat semua.. Pada kesempatan kali ini sayang ingin sedikit berbicara tentang attention deficit/hyperactivity disorder atau umumnya dikenal sebagai anak hiperaktif, adalah gangguan yang umum pada kondisi medis yang kompleks ditandai dengan kurangnya perhatian (inatensi), tidak bisa diam atau tidak mampu mengontrol gerakan sendiri (impulsif), dan tidak mampu menahan respon (hiperaktif) yang secara nyata mengganggu kehidupan anak

Fascitis Plantaris

Fascitis plantaris merupakan peradangan pada fasia plantaris dan otot-otot fleksor pendek kaki di perlekatannya pada calcaneus. Nah fascitis plantaris ini ternyata punya hubungan dekat dengan calcaneus spur, bahkan lebih dari 50% pasien plantar fasciitis mempunyai calcaneus spur

FRAKTUR dengan KLASIFIKASI MAYO

Salam sejahtera teman sejawat semua.. kesempatan kali ini saya ingin membagi sedikit tulisan tentang fraktur dengan klasifikasi mayo, oke sekarang pengertian fraktur sendiri adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Patahan pada kontinuitas struktur tulang dapat berupa suatu retakan pengisutan atau perimpilan

Terapi Latihan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Terapi latihan yg umum sering digunakan fisioterapi untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Sebelumnya sedikit saya akan menjelaskan tetang anak berkebutuhan khusus, ABK adalah anak-anak yg mempunyai gangguan motorik, sensoris maupun prilaku oleh berbagai sebab, sehingga anak tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan secara khusus

PLASTISITAS OTAK

Saat otak mengalami kerusakan, kita akan berfikir bahwa otak akan kehilangan fungsinya secara permanen, karena memang otak yg telah rusak/nekrotik bersifat irreversibel (tak akan regenerasi/sembuh lagi

De Quervain's Syndrome

De Quervain's syndrome merupakan peradangan pada tendon dan pada penutup tendon otot abductor pollicis longus (APL) dan extensor pollicis brevis (EPB). Kedua tendon otot ini membentuk segitiga sama sisi di metacarpal I

Jumat, 30 September 2011

Fraktur dengan Klasifikasi Mayo

Salam sejahtera teman sejawat semua.. kesempatan kali ini saya ingin membagi sedikit tulisan tentang fraktur dengan klasifikasi mayo, oke sekarang pengertian fraktur sendiri adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Patahan pada kontinuitas struktur tulang dapat berupa suatu retakan pengisutan atau perimpilan. Fraktur dapat dibedakan menjadi dua yaitu fraktur tertutup apa bila kulit diatas fraktur masih tertutup dan fraktur terbuka apabila kulit atau salah satu rongga dari tubuh tertembus. Walaupun sampai saat ini klasifikasi fraktur belum diakui secara global namun saya ingin membagi sedikit klasifikasi mayo yang sering juga saya pakai untuk dasar pertimbangan terapi.

Mayo Klasifikasi :
Sistem Mayo menggambarkan fraktur berdasarkan stabilitas, perpindahan, dan kominusi dari fraktur. 
Fraktur tipe I adalah undisplaced, tipe II adalah fraktur stabil, dan III jenis fraktur tidak stabil. Masing-masing dibagi menjadi subtipe A (non-comminuted) atau B (comminuted). 
  • Jenis I: Fraktur undisplaced: patah tulang yang antar ujung fragmennya tidak terpisah/ tidak berjarak, begitu penting untuk mengetahui apakah sebuah fragmen tunggal atau beberapa fragmen yang ada, dengan demikian akan terbagi menjadi  non-comminuted/fragmen tunggal (Tipe-IA) dan comminuted/beberapa fragmen (Tipe-IB).
  • Jenis II: Fraktur stabil terpisah: Dalam pola ini, antar fragmen-fragmen fraktur yang terpisah lebih dari 3 mm, tapi ligamen tetap utuh dan lengan stabil dalam hubungannya dengan humerus. Fraktur juga terbagi non-comminuted (Tipe IIA) atau comminuted (Tipe IIB).
  • Tipe III: Fraktur tidak stabil terpisah: Fraktur Tipe-III adalah salah satu di mana fragmen fraktur yang terpisah dan lengan tidak stabil dalam hubungannya dengan humerus. Cedera ini benar-benar patah dislokasi. Fraktur ini juga bisa berupa non-comminuted (Tipe IIIA) atau comminuted (Tipe IIIB).
Sedikit mengenai terapinya dijelaskan secara singkat, berikut ini :

Tipe I: Fraktur Undisplaced

Dilakukan, positioning, reduksi, immobilisasi dengan eksternal maupun internal fiksasi selama 6 sampai 10 hari, biasanya cukup eksternal saja, namun tidak boleh melalui 2 sendi proksimal maupun distalnya, secepatnya dilakukan latihan aktif ataupun pasif pada sekitar sendi yang tidak terfiksasi, anggota gerak atas 2-3hari pasca operasi/ pemasangan fiksasi, anggota gerak bawah 3-4 hari pasca operasi/ pemasangan fiksasi. Latihan dilakukan bertahap dari pasif, aktif, statik kontraksi, menambah luas gerak sendi, meningkatkan kekuatan otot, tranfer dan ambulasi.

Tipe II: Pengungsi, Fraktur Stabil 

Tipe IIA (non-comminuted pola cedera yang paling umum)

Positioning, reduksi terbuka lalu immobilisasi internal fiksasi. Biasanya untuk fraktur jenis ini digunakan nail wire. Latihan sama dengan tipe I.
Tipe-IIB (fraktur comminuted dislaced stabil)
Pengobatan tergantung pada usia pasien.
  • Untuk pasien fisiologis lansia (> 60 thn usia) eksisi fragmen dan menempelkan ulang tendon sangat dianjurkan. Perawatan harus  melampirkan tendon trisep sedekat mungkin dengan permukaan artikular. Penggunaan teknik ini hampir memastikan bahwa operasi kedua tidak akan diperlukan, dan hasil fungsional dari metode ini adalah sebanding dengan fiksasi.
  • Pada pasien yang lebih muda dengan piringan kompresi berkontur yang dianjurkan. Kominusi ringan juga dapat diobati dengan nail wire.

Latihan pada tipe ini sangat bergantung pada kondisi pasien dan stabilnya fragmen-fragmen.


Tipe III: tidak stabil, Fraktur Displaced

Tipe-III patah tulang yang sangat sulit untuk mengobatinya.
Tipe IIIA (tidak stabil, terpisah, non-comminuted)
Reduksi terbuka, dan fiksasi dengan plate and screw berkontur, bisa juga dengan Intramedullary Nail


Tipe IIIB (tidak stabil, terpisah dengan comminuted)
Ini adalah jenis yang paling sulit untuk mengobati. Plat fiksasi saja mungkin tidak cukup. biasanya dengan beberapa pin yang di pasangkan pada tulang melalui luar kulit untuk menyatukan tulang. Kemudian posisi pin yang diluar kulit dipertahankan.
Latihan pada tipe ini biasanya dimulai setelah fraktur telah memasuki fase konsolidasi.


Sedikit dari saya, mudah-mudahan dapat bermanfaat...

Kamis, 29 September 2011

Stretching ala Fisioterapi

Salam sejahtera teman sejawat semua.. posting kali ini saya ingin membahas sedikit tentang streching, tentunya stretching dalam fisioterapi. Oke, pertama dalam tubuh manusia anggota gerak yang memilik sifat elastisitas dan fleksibilitas  hanyalah otot. Fleksibilitas merupakan kemampuan otot untuk memanjang/mengulur semaksimal mungkin sehingga tubuh dapat bergerak dengan luas gerak sendi yang maksimal tanpa disertai dengan rasa tidak nyaman/nyeri. Fleksibilitas memegang peranan penting bagi segala tingkatan usia dalam menunjang aktivitas kehidupannya sehari-hari. Akan tetapi pekerjaan yang berat atau latihan yang keras, koordinasi gerakan yang buruk, postur yang jelek, kurang aktivitas/gerak, gerakan satu arah, cedera dan nyeri dapat membuat otot mengalami pemendekan, stiffness dan tightness.

Stretching merupakan salah satu obat untuk kasus pemendekan difisioterapi, sebenarnya stretching merupakan suatu bentuk terapi yang ditujukan untuk memanjangkan otot yang mengalami pemendekan atau menurunnya elastisitas dan fleksibilitas otot baik karena faktor patologis (trauma, infeksi, dsb) maupun yang bersifat fisiologis, yang menghambat lingkup gerak sendi normal yakni berupa kontraktur, perlekatan, pembentukan jaringan parut yang mengarah pada pemendekan otot, jaringan konektif dan kulit serta mobilitas jaringan lunak di sekitar sendi. Di fisioterapi banyak metode ataupun teknik yang dapat digunakan dalam melakukan stretching, diantaranya active stretching dan contract relax stretching yang termasuk dalam teknik Proprioceptive Neuromuscular Fascilitation (PNF).

Active stretching adalah suatu metode penguluran/stretching yang biasa dilakukan pada otot-otot postural sebagai suatu latihan fleksibilitas yang dilakukan secara aktif oleh klien/pasien. Active stretching meningkatkan fleksibilitas secara aktif dan menguatkan otot agonis.  Praktiknya pada saat melakukan active stretching, otot antagonis (group otot pada sisi yang tidak di stretch) dan otot agonis (otot yang akan di-stretch) keduanya relax. Secara perlahan dan lembut, gerakan tubuh meningkatkan tekanan pada group otot yang akan di stretch. Tekanan pada otot agonis saat peregangan secara aktif akan membuat otot mudah terulur, dimana muscle spindle tidak terstimulasi optimal dan stimulasi optimal terjadi pada golgi tendon, sehingga akan diperoleh suatu penguluran yang berarti. Prinsip utama dari active stretching membantu pasien bergerak lebih mudah dan lebih baik sehingga tidak akan terjadi kerobekan pada otot jika stretching dilakukan dengan perlahan dan lembut.

Contract relax stretching merupakan salah satu teknik dalam proprioceptive neuromuscular fascilitation (PNF) yang melibatkan kontraksi isometric dari otot yang mengalami spasme/ketegangan yang diikuti fase relaksasi kemudian diberikan stretching secara pasif dari otot yang mengalami ketegangan tersebut. Biasanya contract relax stretching ditujukan pada otot-otot mobilitas. Alasan penerapan teknik ini adalah bahwa kontraksi isometrik yang diberikan sebelum stretching dari otot yang mengalami ketegangan akan menghasilkan rileksasi sebagai hasil dari autogenic inhibition. Pada contract relax stretching, ketika otot berkontraksi mencapai initial stretch, maka kebalikannya stretch reflex membuat otot tersebut menjadi relaksasi (reverse innervation), dimana relaksasi ini membantu menurunkan berbagai tekanan dan siap untuk melakukan peregangan selanjutnya.
Sedikit dari saya, terimakasih.

Attention Defisit Hyperactivity disorder (ADHD)

Salam sejahtera teman sejawat semua.. Pada kesempatan kali ini sayang ingin sedikit berbicara tentang attention deficit/hyperactivity disorder atau umumnya dikenal sebagai anak hiperaktif, adalah gangguan yang umum pada kondisi medis yang kompleks ditandai dengan kurangnya perhatian (inatensi), tidak bisa diam atau tidak mampu mengontrol gerakan sendiri (impulsif), dan tidak mampu menahan respon (hiperaktif) yang secara nyata mengganggu kehidupan anak.
Oke kita akan bahas satu persatu, INATENSI atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain. 
IMPULSIF Gejalanya ditandai dengan kesulitananak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan secara langsung tanpa adanya pertimbangan. Contohnya adalah perilaku anak yang tidak sabar. Anak juga tidak bisa menunggu giliran seperti anak suka menyela pembicaraan atau buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan.
HIPERAKTIF Gejalanya dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat. Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik.
Penyebab anak hiperaktif sampai saat ini masih belum pasti. Namun sedikit dapat disimpulkan dari kejadian medis yang telah ada yaitu (1) faktor genetik atau herediter, (2) ketidakseimbangan kimiawi atau berkurangnya salah satu kimia di otak, yaitu neurotransmiter, (3) disregulasi kolesterol, (4) reaksi imunologis terutama dengan streptococcus grup A beta hemolitikus, (5) infeksi virus, (6) toksik, beberapa zat makanan seperti bahan pemanis misalnya gula dan glukosa serta bahan pengawet, (7) faktor-faktor perinatal dan postnatal yang meliputi: perdarahan, ibu merokok,penggunaan obat-obat terlarang, prematuritas, hipoksia, dan pengurangan voloume dari ganglia basalis.
Dalam praktiknya tidak jarang juga ditemui anak hiperaktif yang disertai speech delay (keterlambatan bicara) disamping mayoritas biasanya anak suka bicara. Banyak problem yang ditemui oleh anak baik di rumah maupun di sekolah karena kecenderungan anak hiperaktif lebih mudah cemas dan kecil hati cepat frustasi, mudah marah selain juga konsentrasinya yang mudah terganggu sehingga tidak dapat menyerap materi pelajaran secara baik. Banyak dijumpai bahwa anak hiperaktif banyak mengalami kesulitan membaca, menulis, bahasa, dan matematika. Secara umum juga anak hiperaktif sulit untuk tidur sehingga tingkat kesehatannya tidak sebaik anak lain. Saat ini telah banyak sekolah-sekolah umum yang membuka kelas inklusi khusus anak berkebutuhan khusus seperti anak hiperaktif, dan tentunya juga sekolah luar biasa.
Berbicara penanganan fisioterapi pada anak hiperaktif tentunya juga harus diikuti terapi medis lainnya. Fisioterapi dapat memberikan rileksasi berupa neurostructure, massage, dan stretching. Meningkatkan konsentrasi anak dengan brain gym dan play terapi. Bila terdapat keterbatasan fisik dapat dilakukan beragam terapi latihan baik untuk meningkatkan luas gerak sendi ataupun juga meningkatkan kualitas kekuatan otot. Setiap penanganan untuk anak selalu berbeda antara yang satu dengan yang lain walau diagnosa sama, tentunya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.
Mungkin sedikit dari saya, mudah-mudahan bisa bermanfaat.. 
Sedikit saya sertakan bangko pemeriksaan ADHD yg bisa anda download di sini.

Rabu, 28 September 2011

Fisioterapis

Salam sejahtera teman sejawat sekalian,, pertama posting saya ingin memperkenalkan terlebih dahulu sedikit tentang Fisioterapis. Physical theraphy yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Fisioterapis adalah suatu profesi dalam bidang pelayanan kesehatan yang menyediakan khususnya jasa ke individu atau masyarakat dalam hal mengembangkan, memelihara, memulihkan, dan memaksimalkan kembali gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan. Mengapa saya sebut khususnya, karena fisioterapis juga dituntut mampu merancang dan mendesain alat bantu maupun alat latihan.

Tentu sangat berbeda dengan dokter, di sini fisioterapis juga melakukan diagnosa bukan diagnosa medis melainkan diagnosa fisioterapi berupa impairment, keterbatasan fungsional (fungtional limitation), dan Disability / Participation Restriction, tentunya diagnosa ini didapat dari hasil assesment, pemeriksaan fisik, dan pengukuran fisioterapis. 

Fisioterapis dalam kaitannya berupa identifikasi dan memaksimalkan kualitas hidup dan potensial gerak dengan teknik promosi, pencegahan, treatment/intervensi, dan rehabilitasi. Sehingga dalam prakteknya fisioterapis meliputi berbagai aspek kesehatan, fisioterapi pediatri baik dalam memaksimalkan tumbuh kembang anak maupun meningkatkan kualitas kemampuan anak berkebutuhan khusus (ABK). Fisioterapi musculoskeletal didalamnya bagaimana cara memelihara & meningkatkan kualitas otot, sendi, dan tulang ataupun memberikan program rehabilitasi dari cedera. Fisioterapi neuromuscular yang menurut saya begitu rumit namun menyenangkan dengan mengutak-atik persyarafan di tubuh baik itu syaraf perifer/tepi maupun syaraf pusat, sifat otak yang irreversibel namun memiliki kemampuan plastisitas. Fisioterapi Geriatri program khusus lansia bersama dengan penanganan problem penurunan kualitas dan kemampuan fisik. Fisioterapi ergonomi mengatur dan menjaga bagaimana aktivitas yang baik, bekerja yang aman. Dan tentunya masih banyak lagi spesialisasi dari fisioterapis diantaranya integumentary/ fisioterapi kecantikan, sport fisioterapi, cardiopulmonary, dan lain-lain.

Fisioterapis dalam memberikan pelayanan memiliki program jangka pendek dan jangka panjang, dengan berbagai intervensi baik keterampilan modalitas fisik, komunikasi maupun dengan modalitas alat. Terapi latihan, terapi manipulasi, neurostructure, massage, teknik stimulasi, brain gym, terapi panas, terapi dingin, elektrikal terapi, dan teknik-teknik terapi lainnya. Hingga saat ini masih sedikit yang mengetahui tentang pelayanan fisioterapi termasuk di Indonesia khususnya kawasan Kalimantan Selatan utamanya daerah Banjarmasin.